Sunday, July 23, 2006

Jiwa Nan Rapuh

Kadang kutatap kehidupan penuh misteri
Kucoba berlari mencari jawaban atas diri ini
Memikirkan yang tidak dapat kupikirkan
Kuterjebak dalam jaring-jaring kegelapan
Kealpaanku dalam kebaikan
Cahaya kegelapan begitu menyilaukan mataku
Tak mampu lagi diri ini menatap sang waktu
Rasa pegal, nyeri, putus asa telah datang
Sang juru kunci tak mau menjamahku
Menjamah tubuh yang kotor ini
Atau karena aku tidak pernah lagi memberikan senyum kepadaNya
Senyum seorang hamba
Entah berapa kali aku coba
Tetap raga ini rapuh juga
Tuhan tetap menang dalam permainannya
Cairo, 24 Juli 2006

4 comments:

Mochtar Han said...

semenang kita akan mimpi2 semalam. aku merindukan, sebuah semangat.

ika rahutami said...

puisinya indah
bolehkah saya melink dengan blog saya
pingin lebih banyak mendengar dan merasa saja dari puisi mu

minasti said...

hihihiiiiiiiiiiii......sorry ya aq ambil puisi u buat ngisi blog aq , abis kata 2 nya wah aq suka banget .maju terus pantang mundurrrr....sukses selalu

PUTRA MDR said...

sorry aq ambil puisinya....

Template Design by SkinCorner from Jack Book